Rabu, 16 Januari 2013

Tips Menahan Kencing

Kedatangan keinginan untuk buang air kecil kerap tidak terduga. Dia bisa datang kapan pun mengikuti kondisi tiap tubuh seseorang. Hanya saja, paling merepotkan kalau keinginan untuk kencing justru datang di saat penting. Misalnya saat rapat atau berada di tempat yang tidak mudah ditemukan toilet. Jika sudah begini, mau-tidak mau harus menahannya.
Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menahan air kencing. Minimal cara ini bisa untuk mengantisipasi keadaan dengan sementara, sampai Anda mendapatkan kesempatan untuk ke toilet. Sangat perlu diingat, tips ini jangan dijadikan kebiasaan. Sebab, menahan kencing bisa menyebabkan terbentuknya batu ginjal dan infeksi di saluran kemih.
  1. Tutup saluran uretra. Biasanya seseorang akan menutup uretra atau saluran kencingnya ketika mendapatkan rasa ingin kencing. Namun uretra semakin tertekan kala jumlah air kencing makin banyak. Untuk ini, berfokuslah untuk meremas otot-otot di sekitar uretra agar otot lain di sekitarnya menjadi lebih rileks.
  2. Ubah posisi tubuh Anda. Cari posisi tubuh yang tidak menekan bagian perut atau daerah di sekitar uretra.
  3. Menyilangkan kaki saat berdiri. Tujuannya agar Anda tetap dapat mengontrol kandung kemih. Hindari duduk sambil menyilangkan kaki karena dapat membuat area saluran kencing sakit.
  4. Membuka kaki dengan lebar. Cara ini berguna untuk menahan kencing lebih lama. Mungkin Anda akan merasa seperti kehilangan kontrol untuk menahan kencing. Tapi, sekitar 20 detik kemudian, Anda merasa rileks kembali.
  5. Duduk tegak dengan santai dan kaki tidak diangkat. Ini berguna untuk menghindari tekanan di kandung kemih. Hindari duduk dengan membungkuk.
  6. Hindari menyandarkan tubuh Anda ke depan, misalnya saat bersandar di tembok yang tingginya setengah badan orang. Jaga jarak antara pinggul dengan sandaran agar perut tidak tertekan.
  7. Usahakan berada di tempat hangat. Menahan kencing juga memerlukan energi. Semakin dingin lingkungan Anda – misalnya karena ada AC – maka mendorong tubuh untuk mengeluarkan energi lebih besar untuk menahan kencing. Anda pun makin tidak kuat untuk menahan di tempat dingin.
  8. Hindari untuk bergerak secara tiba-tiba. Lakukan gerakan dengan cara yang lembut.
  9. Untuk sementara, hindari dulu untuk minum. Ini untuk mencegah penambahan cairan di saluran kencing.
  10. Jauhi pikiran untuk kencing. Sebab, justru itu bisa membuat Anda makin merasa ingin mengeluarkannya.
  11. Jika Anda memutuskan untuk menahan kencing, pastikan kondisi kandung kemih Anda masih normal. Jika sudah merasa seperti “harus meledak”, maka Anda wajib mengeluarkannya saat itu juga. Kondisi seperti itu sudah sangat darurat untuk ke toilet atau tempat lain yang “aman” untuk kencing.
  12. Hindari untuk tertawa atau terlibat dalam suasana penuh humor. Tertawa membuat beberapa otot berkontraksi dan memberikan tekanan di kandung kemih.

Kebiasaan Buruk Bagi Jantung

Di era modern ini penyakit jantung menjadi salah satu pembunuh manusia terbanyak. Penyakit ini tergolong silent killer karena kerap muncul secara tiba-tiba. Padahal, pemicu serangan jantung kerapkali terbentuk dalam jangka waktu lama. Misalnya adanya tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi. Jika kesadaran memantau penyebab serangan jantung diperhatikan sejak dini, kemungkinan terkena sakit ini lebih kecil.
Seperti dikutip Times of India, hampir 90 persen penyebab sakit jantung masa kini dipengaruhi oeh gaya hidup. Biasanya gaya hidup sehat sering diremehkan dan baru disadari pentngnya setelah serangan jantung terjadi. Sebagai antisipasi sejak dini, berikut ini ada 10 gaya hidup tidak sehat yang sebaiknya ditinggal demi mendapatkan jantung sehat:
  1. Terlalu banyak menonton teve. Akibatnya seseorang menjadi malas bergerak dan suka makan. Ini menjadi penyebab menumpuknya lemak dan kolesterol di  pembuluh darah. Studi yang dimuat Journal of American College of Cardiology pada 2011 lalu menyebutkan, menonton teve lebih dari empat jam sehari akan menggandakan peluang terkena sakit jantung dan stroke.
  2. Mengonsumsi minuman soda dengan rutin. Soda memiliki kalori dan gula yang tinggi. Selain memicu obesitas yang dapat mengarah pada serangan jantung, kebiasaan minum soda juga meningkatkan risiko terkena diabetes.
  3. Mengonsumsi minuman beralkohol. Alkohol juga kaya kalori dan bisa mengganggu pola tidur. Selain itu, alkohol membuat depresi. Keburukan alkohol ini juga bisa menimbulkan serangan jantung.
  4. Terlalu berlebihan atau terlalu sedikit memiliki jam tidur. Baik berlebihan atau kurang tidur sama-sama berisiko terhadap kesehatan jantung. Tidur kurang dari lima jam sehari atau lebih dari 9 jam sehari akan meningkatkan tekanan darah dan tingkat stres. Kedua efek tersebut memicu penyakit jantung koroner.
  5. Terlalu stres atau depresi. Menghadapi berbagai tantangan hidup boleh saja sesekali stres. Namun, jangan biarkan pikiran terlalu rutin menghadapi stres berat. Sebab, stres meningkatkan hormon kortisol yang mempengaruhi peningkatan tekanan darah. Kondisi yang emosional saat stres juga dapat membuat masalah buat jantung.
  6. Kebiasaan tidur mendengkur. Jika tidur Anda mendengkur, cobalah mencari penyebabnya ke dokter ahli. Bisa jadi dengkuran Anda menjadi tanda sleep apnea yang dapat memicu peningkatan tekanan darah.
  7. Melakukan olahraga berlebihan. Olahraga memang baik. Tapi, kalau berolahraga tidak sesuai kemampuan tubuh juga membahayakan. Jantung akan mendapat beban berlebihan saat tubuh terlalu kecapekan akibat aktivitas fisik berlebih.
  8. Tidak menjaga kebersihan mulut. Saat ada luka di dalam mulut, seperti gusi berdarah atau mungkin gigi berlubang, memudahkan bakteri ikut masuk ke dalam pembuluh darah. Letak pembuluh darah di mulut langsung menuju ke arah jantung. Bakteri ini bisa mempersempit saluran peredaran darah dan meningkatkan risiko serangan jantung.
  9. Terlalu rakus dengan makanan. Akibatnya seseorang akan mengalami obesitas yang dapat meningkatkan risiko sakit jantung. Biasanya, seseorang tidak mempedulikan jenis makanan sehat atau junk food kalau sudah doyan makan.
  10. Kebiasaan merokok. Menghisap satu rokok per hari akan meningkatkan risiko sakit jantung dua kali lipat. Selain itu juga sudah menunggu berbagai efek buruk rokok lainnya, seperti kanker atau sakit paru-paru.

Teh Hitam Turunkan Resiko Diabetes

Penelitian tentang teh sudah banyak dikaji. Dan, baru-baru ini sebuah studi tentang teh melihat adanya kegunaan teh dalam mencegah diabetes. Studi yang dimuat dalam jurnal BMJ Open itu menyoroti mengenai teh hitam dalam mempengaruhi kesehatan orang-orang di daerah yang punya budaya minum teh hitam.
Dalam studi ini dilakukan dengan mengumpulkan data kesehatan di 50 negara yang kebanyakan rakyatnya suka minum teh hitam. Misalnya negara Meksiko, Maroko, Brazil, China, dan Korea Selatan. Seperti dikutip Huffington Post, negara-negara tersebut ternyata memiliki masyarakat yang memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami diabetes. Temuan ini semakin membuktikan konsistensi manfaat teh hitam untuk pencegahan diabetes dari satu studi ke studi lain.
“Ini mungkin terlalu dini untuk mengatakan bahwa teh hitam benar-benar bisa melindungi terhadap diabetes. Tetapi temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang juga telah menyarankan sebuah kaitan,” kata Dr Ariel Beresniak,  peneliti dari Data Mining Internasional di Swiss.
Peneliti mengumpulkan data tentang konsumsi minum teh hitam dengan tingkat penyakit di 50 negara. Data yang dipakai adalah hasil World Health Survey tahun 2009. Penyakit yang diamati meliputi diabetes, penyakit jantung, kanker, penyakit pernapasan, dan penyakit menular.
Hasilnya, dari negara-negara yang banyak mengonsumsi teh hitam tercatat memiliki sedikit masalah yang berhubungan dengan diabetes. Penyakit ini hanya diderita oleh sedikit orang di negara tersebut. Tapi, peneliti tidak melihat ada pengaruh lain dari teh hitam pada penyakit lain selain diabetes.
Blacy Smiley - Girl