Rabu, 16 Januari 2013
Obat Asam Urat Dari Daun Sirsak dan Jus Kulit Manggis
Obat asam urat dari kulit manggis mungkin sudah sering Anda
temui, namun apa yang kali ini kami perkenalkan kepada Anda adalah obat
herbal yang berbeda dari jus kulit manggis yang selama ini Anda ketahui.
Ya, inilah produk terbaru jus kulit manggis yang dipadukan dengan daun
sirsak yang juga dikenal sebagai bahan herbal yang kaya akan manfaat
untuk ksesehatan tubuh. Kedua bahan herbal ini diolah dengan cara yang
modern dalam takaran yang pas sehingga manfaatnya bisa bener benar
terserap sempurna.Tentu saja dengan perpaduan ini akan menghasilkan daya
kerja yang lebih baik ketimbang hanya dengan salah satu herbal
tersebut. Anda tidak perlu ragu, diakhir postingan nanti akan saya
sajikan kesaksian sembuh setelah mengkonsumsi obat asam urat ini
secara rutin. Nah, sebelum membahas bagaimana kandunga dan kinerja
obatnya, sedikit informasi penting akan saya bagikan mengenai apa saja
makanan yang aman dan beresiko dikonsumsi oleh mereka yang menderita
penyakit asam urat, karena seperti yang telah kita ketahui penyakit asam
urat ini sangat dipengaruhi oleh asupan purin yang terkandung dalam
makanan. Jadi untuk menghinari resiko penyakit asam urat atau untuk
mengjhindari kondisi yang lebih parah sebaiknya mengurangi makanan yang
tinggi kadar purinnya. Makanan yang dimaksud antara lain : otak, hati ,
jantung, ginjal, kaldu. daging bebek. ikan sarden. makarel, kerang.
Selain itu juga makanan dengan kadar purin sedang ini perlu diperhatikan
betul konsumsinya : daging sapi, ikan, ayam, udang, tahu. tempe,
asparagus. bayam, daun singkong. kangkung, daun dan biji melinjo. Dan
yang lebih penting lagi makanan berikut ini merupakan pantangan makanan
untuk penderita asam urat yakni sotong. cumi. paru. daging kuda. daging
kambing. daging bebek. sayuran tinggi serat. semua olahan susu. makanan
yang tinggi lemak dan protein. durian. nanas. air kelapa. semua makanan
kaleng, makanan yang digoreng. Asupan makanan makanan diatas perlu
diperhatikan jumlah konsumsinya. Nah, dari segi pengobatan selayaknya
Anda pilih obat asam urat herbal yang akan mengatasi masalah asam
urat Anda secara aman dan tanpa efek samping.
Cek Kesehatan Pranikah, 'Investasi' Masa Depan
Mencegah lebih baik daripada mengobati, lagipula biaya pencegahan tentu
lebih murah ketimbang pengobatan. Namun masih ada juga beberapa orang
yang enggan memeriksakan diri sejak dini untuk mengetahui adanya risiko
penyakit.
Hal ini juga berlaku untuk premarital medical check up. Beberapa orang ada yang sengaja tidak melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah dengan alasan biayanya mahal. Memang biayanya bisa dibilang relatif mahal karena berada dalam kisaran jutaan rupiah.
Misalnya harga yang dipatok di Laboratorium Klinik Prodia Jakarta untuk sepasang calon pengantin adalah Rp 2.791.000, dengan rincian Rp 1.035.000 untuk pria dan Rp 1.756.000 untuk wanita. Pemeriksaan ini mencakup tes hemoglobin rutin, gambaran darah tepi, analisis Hb HPLC, golongan darah dan rhesus, urine rutin, glukosa puasa, HBsAg, VDRL/RPR, anti rubella IgG, anti toxoplasma IgG dan anti CMV IgG.
Khusus untuk pria tidak perlu menjalani anti rubella IgG, anti toxoplasma IgG dan anti CMV IgG sehingga harganya lebih murah. Ketiga pemeriksaan ini ditujukan untuk kondisi yang mengancam janin dalam kandungan. Harga pre marital check up ini bisa bervariasi antar daerah, sehingga bisa saja harga di luar Jakarta lebih murah.
"Jika pemeriksaannya hanya dilakukan untuk item-item tertentu juga bisa dan bisa jadi lebih murah, tapi masuknya bukan paket premarital check up, tapi pemeriksaan lab sesuai permintaan," kata Astri Setiyawati dari Laboratorium Klinik Prodia kepada detikHealth seperti ditulis Rabu, (16/1/2013).
Harga di Prodia Jakarta ini tentu berbeda dengan beberapa tempat lain yang juga menyediakan layanan pre marital check up. Misalnya laboratorium Cito di Tegal mematok harga sekitar Rp 1,3 jutaan untuk sepasang calon pengantin. Dari penelusuran detikHealth, kisaran harga untuk melakukan kesehatan sebelum menikah memang cukup bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Entah apa yang menjadi perbedaan harga ini. Tampaknya tiap penyedia layanan memiliki standar pelayanan dan biayanya sendiri. Jadi sebelum memutuskan, pasangan sebaiknya berkonsultasi dengan teman atau kenalan untuk mencari penyedia layanan yang berkualitas dengan harga yang sesuai. Akan lebih bagus lagi jika minta saran dari dokter.
Hal ini juga berlaku untuk premarital medical check up. Beberapa orang ada yang sengaja tidak melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah dengan alasan biayanya mahal. Memang biayanya bisa dibilang relatif mahal karena berada dalam kisaran jutaan rupiah.
Misalnya harga yang dipatok di Laboratorium Klinik Prodia Jakarta untuk sepasang calon pengantin adalah Rp 2.791.000, dengan rincian Rp 1.035.000 untuk pria dan Rp 1.756.000 untuk wanita. Pemeriksaan ini mencakup tes hemoglobin rutin, gambaran darah tepi, analisis Hb HPLC, golongan darah dan rhesus, urine rutin, glukosa puasa, HBsAg, VDRL/RPR, anti rubella IgG, anti toxoplasma IgG dan anti CMV IgG.
Khusus untuk pria tidak perlu menjalani anti rubella IgG, anti toxoplasma IgG dan anti CMV IgG sehingga harganya lebih murah. Ketiga pemeriksaan ini ditujukan untuk kondisi yang mengancam janin dalam kandungan. Harga pre marital check up ini bisa bervariasi antar daerah, sehingga bisa saja harga di luar Jakarta lebih murah.
"Jika pemeriksaannya hanya dilakukan untuk item-item tertentu juga bisa dan bisa jadi lebih murah, tapi masuknya bukan paket premarital check up, tapi pemeriksaan lab sesuai permintaan," kata Astri Setiyawati dari Laboratorium Klinik Prodia kepada detikHealth seperti ditulis Rabu, (16/1/2013).
Harga di Prodia Jakarta ini tentu berbeda dengan beberapa tempat lain yang juga menyediakan layanan pre marital check up. Misalnya laboratorium Cito di Tegal mematok harga sekitar Rp 1,3 jutaan untuk sepasang calon pengantin. Dari penelusuran detikHealth, kisaran harga untuk melakukan kesehatan sebelum menikah memang cukup bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Entah apa yang menjadi perbedaan harga ini. Tampaknya tiap penyedia layanan memiliki standar pelayanan dan biayanya sendiri. Jadi sebelum memutuskan, pasangan sebaiknya berkonsultasi dengan teman atau kenalan untuk mencari penyedia layanan yang berkualitas dengan harga yang sesuai. Akan lebih bagus lagi jika minta saran dari dokter.
Minggu, 13 Januari 2013
Penyebab Sakit Karena Kehujanan, Ternyata Itu Salah.
Sebenarnya
yang membuat kita merasa sakit adalah karena adanya perbedaan suhu pada
tubuh kita. Kalau kita kehujanan (yang kena hujan kepala) maka bagian
kepala akan lebih dingin dibandingkan bagian tubuh yang lain.

Maka kita akan merasa ada "kelainan" dalam kepala kita. Kita lalu bilang "kepala kita pusing".
Begitupun kalau tengkuk kita terus menerus kena angin (misalnya pas lagi duduk dekat jendela), kita akan merasa ada kelainan ditengkuk kita.
Namun kalau seluruh tubuh kita kehujanan, sebetulnya kita tidak akan sakit. Karena seluruh tubuh kita mempunyai suhu yang sama. Apalagi kalau kita bermain, tubuh kita akan mengeluarkan enegi yang akan diubah menjadi panas. Dengan begitu suhu badan kita yang panas bisa menangkal suhu dingin yang disebabkan guyuran air hujan.
Maka dianjurkan, kalau kita sehabis teguyur hujan, sebaiknya kita mandi air hangat, agar suhu kita cepat kembali normal.
Tekanan udara yang rendah seperti hujan, mendung dan kelembaban tinggi terbukti menjadi pemicu sakit kepala pada anak-anak. Menurunnya tekanan udara telah ikut menurunkan kekebalan tubuh meski belum diketahui persis penyebabnya.
Dalam studi ini peneliti melibatkan 25 anak-anak dan remaja yang memiliki riwayat penyakit migrain dan sakit kepala kronis. Peneliti menemukan, anak-anak cederung lebih sering sakit kepala saat cuaca hujan atau kelembabannya lebih tinggi dari biasanya.
Partisipan yang ikut dalam studi ini hampir 3 kali lebih memungkinkan menderita sakit kepala ketika cuaca hujan atau kelembaban tinggi dibandingkan saat kondisi udaranya kering.
Pada studi tersebut, peneliti memberikan anak-anak komputer genggam yang dapat merekam gejala sakit kepala selama dua minggu. Setelahnya peneliti membandingkan informasi tersebut dengan kondisi cuaca yang ada saat itu.
Studi yang dipimpin oleh Dr Mark Connely dari Children's Mercy Hospital and Clinics di Kansas City, Missouri ini melengkapi penelitian sebelumnya yang menggunakan metode kurang tepat. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam jurnal Headache.
Hasil penelitian secara keseluruhan didapat selama periode hujan anak-anak memiliki kemungkinan menderita gejala sakit kepala sebesar 59 persen dibandingkan dengan cuaca kering yang hanya sebesar 21 persen.
Sedangkan pada kondisi kelembaban tinggi di atas rata-rata kemungkinan sakit kepala sebesar 58 persen dibandingkan saat kelembaban normal yang hanya 22 persen.
'Hasil ini memberikan pegangan bagi anak-anak agar dapat mencegah serangan sakit kepala saat musim hujan. Tapi kami belum mengetahui dengan pasti mengapa hujan dan kelembaban yang tinggi dapat memicu sakit kepala pada anak-anak,' ujar Dr Connelly.
Sumber : Detik
Maka kita akan merasa ada "kelainan" dalam kepala kita. Kita lalu bilang "kepala kita pusing".
Begitupun kalau tengkuk kita terus menerus kena angin (misalnya pas lagi duduk dekat jendela), kita akan merasa ada kelainan ditengkuk kita.
Namun kalau seluruh tubuh kita kehujanan, sebetulnya kita tidak akan sakit. Karena seluruh tubuh kita mempunyai suhu yang sama. Apalagi kalau kita bermain, tubuh kita akan mengeluarkan enegi yang akan diubah menjadi panas. Dengan begitu suhu badan kita yang panas bisa menangkal suhu dingin yang disebabkan guyuran air hujan.
Maka dianjurkan, kalau kita sehabis teguyur hujan, sebaiknya kita mandi air hangat, agar suhu kita cepat kembali normal.
Tekanan udara yang rendah seperti hujan, mendung dan kelembaban tinggi terbukti menjadi pemicu sakit kepala pada anak-anak. Menurunnya tekanan udara telah ikut menurunkan kekebalan tubuh meski belum diketahui persis penyebabnya.
Dalam studi ini peneliti melibatkan 25 anak-anak dan remaja yang memiliki riwayat penyakit migrain dan sakit kepala kronis. Peneliti menemukan, anak-anak cederung lebih sering sakit kepala saat cuaca hujan atau kelembabannya lebih tinggi dari biasanya.
Partisipan yang ikut dalam studi ini hampir 3 kali lebih memungkinkan menderita sakit kepala ketika cuaca hujan atau kelembaban tinggi dibandingkan saat kondisi udaranya kering.
Pada studi tersebut, peneliti memberikan anak-anak komputer genggam yang dapat merekam gejala sakit kepala selama dua minggu. Setelahnya peneliti membandingkan informasi tersebut dengan kondisi cuaca yang ada saat itu.
Studi yang dipimpin oleh Dr Mark Connely dari Children's Mercy Hospital and Clinics di Kansas City, Missouri ini melengkapi penelitian sebelumnya yang menggunakan metode kurang tepat. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam jurnal Headache.
Hasil penelitian secara keseluruhan didapat selama periode hujan anak-anak memiliki kemungkinan menderita gejala sakit kepala sebesar 59 persen dibandingkan dengan cuaca kering yang hanya sebesar 21 persen.
Sedangkan pada kondisi kelembaban tinggi di atas rata-rata kemungkinan sakit kepala sebesar 58 persen dibandingkan saat kelembaban normal yang hanya 22 persen.
'Hasil ini memberikan pegangan bagi anak-anak agar dapat mencegah serangan sakit kepala saat musim hujan. Tapi kami belum mengetahui dengan pasti mengapa hujan dan kelembaban yang tinggi dapat memicu sakit kepala pada anak-anak,' ujar Dr Connelly.
Sumber : Detik
Langganan:
Postingan (Atom)